Suasana Tabligh Akbar berlangsung meriah namun tetap khidmat. Lantunan doa,slawat tausiyah, serta semangat kebersamaan yang tercipta menjadi gambaran kuatnya kecintaan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan.
Dalam tausihnya UAS juga menegaskan bahwa setiap element masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar sesuai amanah dan profesinya.
“Ulama beramar ma’ruf dengan kitabnya, khutbahnya, dan ceramahnya. Pejabat beramar ma’ruf dengan tanda tangannya. Yang mengandung maksiat harus ditutup. Polri dengan seragamnya harus tegas. Semua punya peran sesuai amanah dan keahliannya,” tegasnya.
Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Terusan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta syiar religi dan meningkatkan kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya memperingati pergantian tahun Hijriah secara seremonial, akan tetapi juga menjadikannya sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan sosial.
Dengan tema “Perkuat Rasa Kebersamaan dalam Membangun Generasi Masa Depan” menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan kebijakan semata, tetapi juga membutuhkan kekuatan moral, pendidikan agama, serta kepedulian bersama dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif pada perkembangan zaman.