Data Ekonomi Makro
Data ekonomi seperti GDP, inflasi, dan tingkat pengangguran menjadi indikator penting dalam menentukan arah USD/JPY.
Jika data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang kuat, maka USD cenderung menguat.
Sebaliknya, jika ekonomi Jepang menunjukkan perbaikan, maka JPY dapat menguat.
Rilis data ekonomi sering kali memicu volatilitas tinggi pada pair ini, sehingga menjadi peluang bagi trader.
Sentimen Risiko Global (Risk-On vs Risk-Off)
Yen Jepang dikenal sebagai safe haven currency. Dalam kondisi ketidakpastian global, investor cenderung membeli yen untuk menghindari risiko.
Ketika pasar berada dalam kondisi risk-off (ketidakpastian tinggi), JPY biasanya menguat dan USD/JPY turun.
Sebaliknya, dalam kondisi risk-on (optimisme pasar), investor lebih memilih aset berisiko sehingga USD cenderung menguat terhadap JPY.
Harga Minyak dan Energi
Harga minyak juga memiliki pengaruh tidak langsung terhadap USD/JPY.
Jepang merupakan negara importir energi, sehingga kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan ekonomi dan melemahkan yen.
Sebaliknya, penurunan harga minyak dapat membantu ekonomi Jepang dan berpotensi menguatkan yen.
Namun, dampaknya juga tergantung pada kondisi global dan kebijakan moneter masing-masing negara.
Intervensi Pemerintah Jepang
Pemerintah Jepang dan Bank of Japan terkadang melakukan intervensi di pasar forex untuk menjaga stabilitas nilai yen.