Dalam video singkatnya dari Kabupaten Lingga, Refi Mariska, selaku anak korban menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Satreskrim dan juga jajaran Polres Tanjab Timur yang telah memperlakukan jenazah orang tuanya dengan baik dan disemayamkan sementara di RS Bhayangkara Jambi dengan layak.
"Kami juga mengucapkan terima kasih, karena pemrosesan jenazah orang tua kami dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga kami dari pihak keluarga bisa membawa pulang jenazah orang tua kami ke kampung halaman kami. Selain itu, kami juga meyakini bahwasanya itu memang benar-benar orang tua kami, dari ciri-ciri pakai yang dikenakan saat jenazah orang tua kami ditemukan," ungkapnya.
Sementara itu, Baso Rusli, anak korban yang menjemput jenazah korban di RS Bhayangkara Jambi juga turut menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Satreskrim dan jajaran Polres Tanjab Timur yang telah memfasilitasi dengan baik pihak keluarga korban, mulai dari konfirmasi awal terkait kepastian identitas korban hingga proses penjemputan jenazah korban di RS Bhayangkara Jambi.
"Saya mewakili pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Tanjab Timur yang telah membantu menemukan jenazah orang tua kami dan telah memberikan pelayanan yang baik dalam proses penjemputan jenazah di RS Bhayangkara untuk dibawa ke kampung halaman kami untuk dimakamkan," ucapnya.
Untuk diketahui, awalnya warga Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu dihebohkan dengan adanya penemuan kerangka manusia di pesisir pantai wilayah tersebut yang pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang hendak mencari kepiting.
Saat ditemukan, kerangka manusia tersebut masih mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna abu-abu dengan lengan baju berwarna ungu dan tidak ditemukan adanya identitas diri.